Tips Memilih Selimut Bayi yang Tepat, Pilih Berbahan Lembut

RÖDHAKE selimut quilt, pola kelinci/blueberi/putih/merah, 96x96 cm | IKEA  Indonesia

Berbicara tentang selimut, tahukah Anda bahwa bayi membutuhkan selimut yang nyaman dan sesuai? Nyaman berarti tidak gatal dan hangat, sedangkan wajar berarti digunakan hanya pada waktu-waktu tertentu.

Kulit bayi sangat sensitif, untuk itulah Anda perlu memiliki pemahaman yang baik tentang selimut bayi mana yang terbaik untuk bayi Anda. Karena tidak semua selimut cocok untuk bayi, berikut beberapa tips memilih selimut baik yang tepat!

 

Tips Memilih Selimut Bayi

  1. Berlabel SNI

Selimut bayi yang baik memiliki label SNI (Standar Nasional Indonesia). Nah, pemerintah Indonesia memberlakukan aturan yang cukup ketat tentang pakaian bayi melalui Kementerian Perindustrian.

Jadi sebelum Anda menentukan motif dan bahan yang cocok, pastikan sudah ada label SNI pada wadah atau selimut plastik yang akan Anda beli.

 

  1. Sesuaikan dengan Ukuran Bayi

Anda juga perlu mempertimbangkan ukuran selimut bayi agar selimut dapat menutupi tubuh bayi dengan baik. Selain ukuran, selimut harus nyaman, letakkan selimut di bawah lengan atau mengapit ketiak.

Hal ini untuk meminimalkan risiko wajah bayi tidak tertutup selimut saat bergerak saat tidur.

 

  1. Pilih Selimut dengan Bahan Lembut

Tidak seperti orang dewasa, kulit bayi biasanya sangat sensitif. Karena itu, selain label SNI, pastikan selimut bayi yang digunakan lembut.

Selain itu, selimut juga harus aman untuk kulit. Jangan membeli apa pun yang menyebabkan alergi, bahan yang lebih lembut cenderung lebih mahal. Anda mungkin harus memilih selimut berkualitas lebih tinggi bahkan jika Anda harus membayar lebih.

 

  1. Siapkan Beberapa Selimut untuk Beberapa Kondisi

Bukan untuk menakut-nakuti Anda, tapi heat stroke dari membungkus si kecil dengan selimut yang terlalu tebal adalah salah satu penyebab SIDS yang paling umum. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), atau kematian mendadak pada bayi, bisa disebabkan karena memilih selimut yang salah.

Karena itu, perlu menyiapkan lebih dari satu jenis selimut untuk bayi. Misalnya, selimut yang terbuat dari bahan halus seperti sutra sangat bagus untuk menutupi si kecil di tempat yang panas di dalam dengan AC.

 

  1. Pilih Motif yang Sederhana

Keselamatan dan kesehatan bayi adalah yang utama, sehingga Anda harus lebih berhati-hati saat membeli perlengkapan bayi. Saat ini sudah banyak selimut bayi yang dihias dengan pita atau hiasan lainnya, meskipun terlihat lucu, si kecil berisiko tersangkut pita atau hiasan lainnya.

Jika tersangkut, bahkan ada risiko tersedak dekorasi langit-langit dan membahayakan si kecil. Jadi, jika memungkinkan, carilah selimut bayi dengan pola sederhana atau tanpa hiasan yang berlebihan.

 

Jenis Selimut Bayi

Untuk membantu Anda menentukan selimut yang tepat untuk bayi Anda, tak ada salahnya mempelajari jenis-jenis selimut bayi berikut ini:

  1. Selimut Bedungan

Hampir semua orang akrab dengan jenis selimut yang satu ini. Bentuknya persegi panjang dan memiliki motif yang beragam.

Selimut bayi ini sangat cocok untuk bayi yang baru lahir. Jika Anda menggunakan selimut ini, pastikan Anda memiliki persediaan yang cukup.

 

  1. Selimut Lampin

Gunakan selimut ini untuk menenangkan bayi yang menangis. Selimut popok seringkali memiliki bentuk yang berbeda, seperti persegi panjang besar atau sudah berbentuk kerucut.

Selimut bedong berbentuk kerucut ini sengaja didesain untuk memudahkan orang tua dalam mengganti popok bayi. Orang tua hanya perlu melepas dan membuka pengait di bagian atas plafon.

 

  1. Cuddle Blanket

Selimut bayi ini sangat unik, karena ini memiliki bentuk kerucut dengan kepala binatang di ujungnya.Terbuat dari bahan yang lembut dan dijual dengan berbagai karakter hewan.

Selimut ini akan membuat bayi tetap hangat sepanjang hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *