Cara Pilih Saham Buat Investasi

Liputan6.com, Jakarta– Saat ini majemuk pilihan investasi buat rakyat baik berdasarkan sektor keuangan & riil. Salah satu yg menjadi perhatian saat ini merupakan investasi saham. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah investor pasar saham yg meningkat.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor C-Best tercatat tiga,45 juta pada 2021, naik 103,60 % dari periode 2020 sebesar 1,69 juta. Selain investor semakin tinggi, imbal output berdasarkan saham jua dinilai menarik.

Chief Investment Officer PT Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu menuturkan, homogen-rata return saham dalam 2010-2019 kurang lebih 11,7 %. Sementara itu, imbal output obligasi sekitar 9,8 %, deposito 5 %. Namun, menurut 600 lebih saham, 224 saham yg berperforma baik bahkan lebih tinggi menurut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“30 % menurut total saham, galat pilih saham risiko beri return kurang baik,” kata dia saat acara webinar Investasi Digital Rang Mudo, Senin (24/1/2022).

Saat ditanya menentukan saham termasuk buat investor perempuan, Genta menuturkan, terdapat sejumlah hal yg dapat diperhatikan. Pertama, melihat perusahaan dan cek profitabilitas. “Lihat perusahaannya labatidak?,” kata beliau.

Kedua, Genta menuturkan, investor juga perlu melihat sehat nir perusahaan tersebut & kas positif. Jadi tidak hanya melihat keuntungan perusahaan itu, namun apakah kas perusahaan tersebut positif. Ketiga, valuasi saham.

“Apakah saham itu murah & mahal, tak asing lagi dengan price earning (PE) & price book value (PBV),” istilah beliau.

Keempat, melihat kinerja perusahaan pada masa lalu. Kelima, melihat prospek perusahaan dan planning ke depan, apakah bisa direalisasikan. Keenam, rekam jejak manajemen perusahaan.

“Bagaimana pun jua GCG penting. Jangan tidur, cek laporan keuangan, bagaimana perkembangan perusahaan itu,” tutur beliau.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yg tersebar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670 hanya menggunakan ketik kata kunci yg diinginkan.

Bursa saham pada New York terus “terjun bebas” seiring berlanjutnya krisis dan kepanikan soal COVID-19. Bank Sentral Alaihi Salam pun telah mengambil sejumlah langkah ekstrim, misalnya yg dilakukan mengatasi resesi sebelumnya. Investor sekarang khawatir akankah the…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *